BILA SHOLAT BARANG BERHARGA

Bila sholat adalah uang, maka akan ku habiskan waktuku, pergi pagi dan pulang sore hanya untuk mencari sholat. Kepala ku jadikan kaki dan kaki ku jadikan kepala hanya demi mendapatkan secuil sholat. Aku rela menunggu berjam-jam dengan pekerjaanku dan hari demi hari dengan kesibukanku untuk mendapatkan beberapa rupiah sholat. Peluh ku jadikan teman, debu ku jadikan kawan, hanya ingin memenuhi pundi-pundi saku baju dan celanaku dengan sholat. Betapa bahagianya hidup ini bila ku dapat segenggam sholat bagiku dan keluargaku.

Wah aku menemukan peti harta karun dan ternyata di dalamnya terdapat sholat yang banyak, sholat ini apabila ku belanjakan takkan habis sampai tujuh turunan. Hari ini ku belikan dengan sholat itu mobil mewah merknya BMW, biar aku pergi kerja tidak capek harus naik angkutan umum, lalu hari berikutnya ku beli sebuah rumah mewah berikut isinya yang mewah-mewah pula. Semua hutangku telah dibayar semua dengan sholatku. Aku menjadi orang paling bahagia di dunia.

Aku lihat orang miskin yang menderita tidak mampu makan tiap hari, aku belikan bagi mereka semua makanan yang cukup memenuhi kebutuhan mereka untuk berbulan-bulan lamanya. Aku bahagia kalau mereka pun bahagia. Tetapi aku harus tahu bahwa ini semua karena sholat yang ku temukan itu.

Perlahan khayalanku memudar, ternyata sholat bukanlah uang dan terkadang sholat tidak dianggap suatu hal yang berharga. Banyak yang meninggalkan sholat. Jangankan pergi pagi pulang sore untuk mengejar yang namanya sholat, cukup dengan menghabiskan waktu 5 menit saja, orang tidak mau menyisihkan waktunya sekejap saja hanya karena sholat bukan barang berharga. Dan juga sholat bukanlah harta karun yang dapat dibelanjakan tujuh turunan, banyak orang menyia-nyiakan sholat bagai barang tak bermakna dan tak berpahala, padahal ilmu yang diterapkan orang tua kepada anaknya ketika mereka menyuruh anaknya sholat, lalu sholat dilaksanakan oleh anaknya tersebut. Anaknya orang tua itu pun menularkan tata cara sholat kepada anaknya lagi, maka yang terjadi adalah harta pahala yang mengalir deras ke pundi – pundi orang tua anak itu dari ia masih hidup sampai dengan ia meredup di dalam tanah. Bahkan, akan lebih dari tujuh turunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s