Selayang Pandang SD Kenangan
Akhirnya, saat terakhir aku menginjakkan kaki sebagai guru di SD ini tiba juga. Hanya kilatan pengalaman dan senyuman para teman dan anak didik yang aku ingat. Harapanku tak lebih dari mencari dunia baru ketika ku putuskan untuk meninggalkan SD yang telah membina selama dua tahun setengah ini
“Mendulang Potensi Manusia melalui Pendidikan Modern”
Cimindi, 12 Mei 2008
Hakikat Manusia bersama Pendidikan Modern
Tahukah Anda bahwa tujuan pendidikan adalah membantu peserta didik untuk menumbuh kembangkan segenap potensi kemanusiaannya. Dan perlu diketahui, potensi manusia secara tidak disadari ternyata hadir dalam perjalanan hidupnya sebagai individu. Hanya sayang sekali, banyak yang tidak sadar akan adanya potensi ini yang memang ada dalam diri dan sepenuhnya dimiliki. Oleh karena itu, melalui pendidikan, potensi manusia dapat dimunculkan dan dikembangkan.
Pendidikan dalam arti hakiki, sebetulnya harus mampu menyentuh akar rumput aspek pendidikan itu sendiri, dalam hal ini manusia adalah aspek yang paling utama dalam pendidikan. Pendidikan akan menggapai tujuannya apabila mampu memahami apakah manusia itu.
Dalam memahami manusia sebagai objek didik, maka secara prinsipal manusia sangat berbeda dengan hewan, meskipun antara manusia dan hewan ada kemiripan, akan tetapi tidak bisa disamakan secara gradual, dalam arti hewan dapat menyamai atau sama dengan manusia kalau terus-menerus dididik. Hal ini tidak mungkin, karena kenyataannya tidak satupun monyet dapat menyamai manusia dalam kepintaran. Hal ini pun diperjelas dengan “The Missing Link” – nya teori evolusi Charles Darwin yang mengemukakan manusia berasal dari primata atau kera. Dari perbedaaan inilah maka muncul pemahaman kita mengenai sifat hakekat manusia bahwa manusia memiliki karakteristik yang berbeda dengan hewan. Dan inilah yang hendak dipahami dari esensi manusia itu sendiri sebagai objek didik.
Dari penuturan di atas, maka dapat kita pahami untuk memulai mendulang potensi manusia yang laksana emas dan intan terpendam, harus diawali dengan memahami hakekat manusia itu sendiri dan karakteristiknya. Pendidikan modern yang sedang berkembang saat ini telah memulai pengembangan pendidikan dengan mengedepankan aspek manusia itu sendiri. Hakekat manusia dan karakteristik manusia lebih dikedepankan oleh pendidikan modern saat ini.
Format Baru Pengembangan Potensi Manusia
Konsep pendidikan modern dalam membangun potensi manusia di antaranya diringi dengan banyaknya pendidikan yang menekankan kepada Kemampuan Menyadari Diri.
Banyak format – format baru yang menggejala saat ini dengan diadakannya seminar – seminar pendidikan yang mengedepankan aspek manusia di antaranya aspek kesadaran diri, dalam arti lain saat ini seminar banyak diadakan untuk menyadari eksistensi diri. Dan kita tahu bahwa kita manusia memang harus bereksistensi tidak hanya beresensi, kita manusia tidak hanya “ber-ada” tetapi harus “meng-ada”. Dengan kemampuan ini pulalah yang menurut Prof. Dr. Umar Tirtarahardja, yang membedakan manusia sebagai makhluk human dari hewan yang merupakan makhluk infra human, di mana hewan hanya menjadi onderdil dari lingkungannya, sedangkan manusia menjadi manajer terhadap lingkungannya.
Pendidikan era modern saat ini memang dituntut demikian, setelah sekian lama manusia ada dalam alam kapitalistik dan materialistik di bidang pendidikan. Kini saatnya beranjak ke arah humanisme kependidikan yang fokus utamanya adalah manusia sebagai manusia, bukan manusia sebagai objek semata.
Pendidikan modern beserta pengembangannya yang seiring dengan pengembangan potensi manusia telah berjalan dengan konsep moral, kata hati (conscience), tanggung jawab, rasa kebebasan, kewajiban dan hak yang semuanya erat dengan potensi manusia. Seluruh konsep tersebut menunjukkan hal yang membedakan antara manusia dengan hewan. Pendidikan yang kembali kepada eksistensi manusia inilah yang merupakan perwujudan dari pendidikan era modern saat ini yang dapat mengembangkan potensi manusia.
Aspek Pendidikan Modern dalam Pengembangan Potensi Manusia
Moralitas sebagai aset kejiwaan yang ada di dalam diri manusia perlu dibina karena moral itu sendiri erat kaitannya dengan nilai-nilai. Nilai yang paling tinggi bagi pengembangan potensi manusia adalah nilai penghayatan dirinya sebagai individu yang mesti berhubungan dengan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Segala yang melingkupi individu itu sendiri, baik orang lain, lingkungannya ataupun Allah SWT sebagai pihak ketiga yang melandasi penghayatan nilai individu itu untuk melegalkan segala potensi kemanusiaannya menjadi hal yang bermakna.
Conscience atau kata hati yang sering disebut pula dengan hati nurani atau pelita hati adalah kepemilikan terhadap segala pengertian yang mengiringi suatu perbuatan yang telah, sedang atau akan dilakukan. Apabila pendidikan modern mengembangkan hal ini maka tujuan pendidikan yang mengutamakan pembentukan manusia menjadi manusia akan tercapai karena dengan tatanan model pendidikan seperti ini berarti memberikan karakteristik khusus kepada sistem pendidikan itu sendiri, sebab dengan adanya kepemilikan pengertian terhadap sebuah tindakan maka menjadi jaminan bahwa objek didik telah memiliki kecerdasan akal budi.
Tanggung jawab yang hadir dalam konsep pendidikan modern berarti konsep yang mengedepankan kemampuan untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan. Sangsi yang oleh segelintir orang dianggap tabu untuk dimunculkan di tengah proses kependidikan saat ini, Dan untuk selanjutnya dalam pendidikan modern perlu diupayakan proses pemberian sangsi apabila tindakan telah ada di luar koridor yang ditetapkan dengan harapan bentuk pendidikan mengenai tanggung jawab dapat diaplikasikan, karena tanggung jawab adalah nama lain dari keberanian untuk menentukan bahwa sesuatu perbuatan harus sesuai dengan tuntutan kodrat manusia.
Kebebasan yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia adalah makna merdeka yang sesungguhnya. Pendidikan modern yang mengedepankan potensi manusia agar lebih berkembang lagi perlu menerapkan kebebasan yang dituntun agar memenuhi kodrat manusia. Karena manusia bukanlah binatang, maka kebebasannya pun bukanlah bebas yang dilandasi oleh nafsu hewani. Hewan yang memakan hewan lain mungkin dianggap normal, akan tetapi manusia yang sudah memakan manusia yang lain, mungkin itu boleh dibilang bebas, tetapi tetap saja si pelaku tidak akan merasa merdeka, karena dia terkurung dengan perasaan bersalah atau kata hatinya menolak untuk membenarkan perbuatannya. Maka kebebasan dalam pendidikan modern adalah kesadaran bahwa merdeka memang erat kaitannya dengan kata hati dan moral. Dengan landasan ini maka potensi manusia yang mengenyam pendidikan modern akan tetap bebas sebebas-bebasnya tetapi masih di dalam tataran norma yang berlaku di sekililingnya.
Kewajiban dan Hak yang dimiliki oleh manusia pada dasarnya adalah dua hal yang timbul seiring manifestasi manusia sebagai makhluk sosial. Adanya hak sudah barang tentu menuntut adanya kewajiban. Pendidikan modern hanya bisa direalisasikan dengan baik sehingga meningkatkan potensi manusia modern pula kalau dilandasi kepemilikan dari kewajiban dan hak ini.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
SD Hikmah Teladan
Menyongsong Hari Esok
Hari esok adalah hari yang penuh ketidakpastian. Dari kata ”penuh ketidakpastian” berarti Anda hanya bisa sebatas meramal, berharap, berkeinginan dan selanjutnya berencana untuk suatu kondisi di hari esok. Lalu selanjutnya, bagaimana harapan Anda mengenai kehidupan hari esok ? dan bagaimana rencana Anda untuk mengisi hari esok ? yang memang di luar jangkauan nalar anda sebagai manusia. Akan tetapi Anda harus tahu, bahwa Allah SWT telah menetapkan agar setiap orang berencana untuk hari esok dengan bekerja dari mulai sekarang dan saat ini, sebab kondisi hari esok sangat tergantung kepada bagaimana perwujudan saat ini. Inilah yang disebut hukum kausalitas kehidupan menurut Islam. Adapun tujuan adanya hukum kausalitas atau sebab akibat yang dicanangkan oleh Allah SWT terhadap hamba-Nya ini adalah untuk membuka semua mata terhadap realita, bahwa kita manusia kelak tidak akan luput dari segala niat dan amal kita sekarang ini.
Falsafah Hari Esok SD Hikmah Teladan
Sengaja saya membuka wacana ini dengan perenungan mengenai hari ini dan hari esok berdasarkan ketentuan Allah SWT. Sebab SD Hikmah Teladan pun telah menjadikan landasan falsafah bagi keberadaannya dengan landasan ini, yaitu :
“…..hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok ……” ( QS. Al-Hasyr : 18 )
Dan selanjutnya, falsafah ini telah menjadi pemikiran dan prinsip dasar bagi organisasi dari seluruh civitas SD Hikmah Teladan. Ini menjelaskan bahwa SD Hikmah teladan telah memiliki prinsip untuk berpikir dalam kerangka perwujudan hari esok, bertindak dalam kepentingan saat kemudian dan siap bertanggung jawab ketika bertemu dengan masa depan.
SD Hikmah Teladan memiliki persiapan dengan unsur-unsur di dalamnya untuk menyusun masa depan. Masa depan yang ditampakkan dengan kualitas para lulusannya yang mampu berdaya juang dan berpandangan terang dalam meniti kehidupan selanjutnya. Terlebih lagi, memiliki bekal dalam mengarungi samudera hayati mereka dengan penuh konsentrasi bukan saja pada kehidupan sekarang tetapi juga kehidupan mendatang.
Visi Hari Esok SD Hikmah Teladan
Mengenai masa depan SD Hikmah Teladan tidak akan lepas dari visi dan misi yang telah ditetapkan. SD Hikmah teladan sudah tentu menginovasi dan memosisikan diri sebagai agen pembentuk masa depan sebagaimana falsafah yang dipegangnya, bahwa ”setiap diri hendaknya memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok”. Dan kenyataannya, SD Hikmah Teladan memang telah merencanakan dan mewacanakan untuk menjadi salah satu sekolah terdepan dengan menerapkan era konsepsi pendidikan dengan berlabel Pendidikan Anak Merdeka (PAM). Visi inilah yang membentuk materi-materi program pendidikan atau kurikulum yang ada di SD Hikmah Teladan, untuk diterapkan saat ini dan dipetik hasilnya di kemudian hari.
”Mempersiapkan generasi mendatang agar mampu hidup pada zamannya”. Selain visi yang tertera di atas, visi ini pula yang secara tidak langsung melandasi gerak langkah SD Hikmah Teladan yang sekaligus menjadi visi dari perguruan Darul Hikmah. SD Hikmah Teladan berada di bawah otonomi Perguruan Darul Hikmah, sehingga berkewajiban merealisasikan visi ini. Visi ini merupakan konsep pembentuk zaman yang diwakili oleh para cendikia cilik yang menjadi keluarga utama di SD Hikmah teladan. Merekalah siswa – siswi yang mampu hidup di zamannya dengan peradaban dan kebudayaan yang senantiasa berbeda dan berwarna. Selanjutnya dapat dijelaskan, bahwa konsep Anak Merdeka yang dikembangkan oleh Hikmah Teladan adalah dalam rangka upaya mempersiapkan anak didiknya agar hidup sesuai dengan zamannya melalui ke”merdeka”an siswa sesuai penanaman visi SD Hikmah Teladan.
Dengan kedua visi yang saling menguatkan ini dapat diambil benang merah bahwa SD Hikmah Teladan yang dinaungi Perguruan Darul Hikmah, bercita-cita untuk memperoleh cerita dan citra sebagai juru kunci pembuka rasa dan karsa para siswa, agar menjadi insan masa depan dan memiliki kompetensi hidup pada zamannya dengan landasan pendidikan yang berprinsip PAM (Pendidikan Anak Merdeka).
Pertanyaan yang perlu dimunculkan, Apakah Pendidikan Anak Merdeka dapat menjawab semua ketidakpastian hari esok ? terlebih berkaitan erat dengan pendidikan anak sebagai agen masa depan. Kemudian, anak – anak seperti apakah yang mampu PAM bentuk dan akan menjadi apakah anak – anak tersebut setelah mereka bertemu dengan zamannya ?.
Umar bin Khatab berucap : ”Ajarilah anakmu, karena mereka akan hidup bukan pada masamu.” SD Hikmah Teladan memaknai ucapan Umar ini menjadi salah satu falsafah yang diemban. Dan ternyata dari ucapan ini setelah diteliti dapat menjadi pernyataan pembuka mengenai prinsip pendidikan SD Hikmah teladan secara tersirat yaitu ”ajarilah anakmu dengan prinsip PAM, karena anakmu tidak akan hidup pada masamu saat ini, mereka hidup pada masanya atau dengan kata lain ”ajarilah anakmu untuk merdeka karena anakmu adalah penghuni masa depan dunia ini”. Untuk itu dapat dipahami bahwa anak SD Hikmah Teladan merupakan anak merdeka saat ini, anak merdeka dengan kemerdekaan yang dimilikinya berupa kemerdekaan dalam berpikir, berbuat, bersosialisasi dan belajar pada saat ini. Perhatian yang perlu dimunculkan adalah seberapa tepat merdekanya anak di SD Hikmah Teladan ini dalam berpikir, berbuat, bersosialisasi dan belajar tersebut ? Apa yang muncul kemudian dari sikap kognitif, afektif, sosial dan pedagogik anak itu sendiri setelah dialiri oleh PAM ? Apa yang mereka dapatkan pada hari esok, setelah hari ini diberikan kesempatan menjadi seorang AM atau anak merdeka ?
Quovadis SD Hikmah Teladan : Merdekanya Anak atau Anak Merdeka
Berlanjut ……..










bisakah aku mohon dengan sangat!!!
untuk palestina dan israel agar damai!!!
pikirkan jika itu terjadi di keluarga anda!!!
thanks!!!
do the best aj!!